Jumat, 01 Juni 2012

Opick - Tafakkur



Sejauh-jauh mata memandang
Sedalam-dalam hati merasakan
Hanya setitik debu yang tertuang
Dalam syair pujian

Lepas hati memandang lautmu
Terheran diri pada langitmu
Berjuta kata tak cukup untuk
Melukis indahmu

Reff:
Melihat bintang alangkah jauhnya
Melihat biru alangkah dekatmu
Melihat hutan melihat gunung
Siapa menjagamu
Mendengar tangis dalam deritamu
Rasakan luka dihari-harimu
Pada siapa air mata ini 'kan mengadu

Hoo..hoo..ha..ha..oh..ohh..ha..ha..
Haa..ha..ha..haa...ha..ha..

Bumi akan sepi
Bangga sementara
A...adakah tempat kembali
A...adakah selain Allah

Back to Reff:

Hoo..hoo..ha..ha..oh..ohh..ha..ha..
Haa..ha..ha..haa...ha..ha..

Kamis, 31 Mei 2012

Demokrasi, Istilah Lain Bentuk Penjajahan Baru

By: Nudin Lubis

"Sampaikanlah walaupun satu ayat" Al-Hadist.

Apa bedanya kita dengan generasi sebelum 17 Agustus 1945 ? Jika sekarang semenjak bangun tidur yang kita minum Aqua, atau menyeduh teh Sariwangi. Semenjak anak-anak mengkonsumsi susu SGM, lalu mandi pake sabun, pasta gigi dan shampo buatan Unilever. Sarapan beras, berasnya impor dari Thailand, gulanya juga impor. Santai habis makan sambil merokok, rokoknya Sampoerna. Keluar rumah naik motor, mobil buatan Jepang, China, India, Eropa tinggal pilih. Sampe kantor nyalain AC, komputer buatan Jepang, Korea, China. Pake Handphone operatornya asing semua, Hp-nya pun asing. Yuk belanja habis pulang kantor ke Carrefour atau Alfa itupun milik asing. Atau ke Hero, eh ke Circle K saja, itu juga asing. Mau belanja ambil duit dari ATM bank-bank asing, BCA, Danamon, Niaga, BII semuanya asing. Bangun rumah pake Tiga Roda, atau Semen Gresik, atau Holcim eh semuanya pun asing. Dan masih banyak lainnya bahwa kita bangsa Indonesia begitu kaya sehingga apapun punya asing istilahnya "LU JUAL GUA BELI".

Kayakah Indonesia ? Memasuki era demokrasi sejak Masa Orde Baru, diperparah semakin bebas dengan Masa Reformasi. Gelombang masuknya koorporasi-koorporasi asing. Tidakkah kita ingat bahwa awal masuknya penjajah-penjajah Eropa ke Indonesia adalah dengan tujuan ekonomi, mencari "rempah-rempah". Spanyol, Portugis, Belanda, Inggris, dan Jepang yang belum sempat melakukan banyak hal.

Sebagian orang tidak tau secara mendalam tentang bentuk-bentuk imperialisme induk dari kapitalisme yang dikatakan Soekarno terdiri dari berbagai macam jenis. Kapitalisme awal belanda Indonesia, yang bersifat semi ortodoks telah hancur di Indonesia sejak Bangsa ini dipersatukan dan menyatakan dirinya merdeka. Kapitalisme yang sifatnya menekan, apa-apa tidak boleh, kita sekolah tidak boleh, dibuat bodoh, sementara orang-orang belanda pintar-pintar bisa membuat bendungan, jalan-jalan raya, gedung-gedung dengan tenaga kerja yang tidak pernah dibayar, karena belanda negeri asal imperialisme yang tidak memiliki sumber daya alam apapun untuk dijual dan memenuhi kebutuhan ekonominya.

Lain halnya dengan India, kapitalisme Inggris di India berbeda sifat, karena Inggris bisa dikatakan negeri yang cukup sumber daya, sehingga hanya membutuhkan pasar untuk menjual barang-barang over productive dari Inggris yang menyebabkan revolusi industri di Inggris. Maka di India pada masa kolonialisme Inggris, dijajah dengan cara dinaikan kesejahteraannya, dibangunkan universitas, dibuat ini itu. Karena pengusaha-pengusaha asal India yang meilhat ini sebagai suatu ancaman bagi produk-produknya, maka kaum borjuis India menggunakan rakyat India, melalui Mahatma Gandhi menggerakkan semangat Swadesi.

Indonesia sekarang, bangsa ini memiliki luas yang tidak ada duanya di dunia. Karena tidak ada negara lain di dunia dengan wilayah seperti Indonesia, menghampar puluhan ribu pulau dan sangat besar. Memiliki rakyat yang mudah sekali diprovokasi, bangsa ini belum dewasa, sehingga satu pulau tidak diperhatikan rawan sekali untuk tercerai berai. Bangsa ini terlalu besar untuk berada dalam iklim demokrasi buatan, prematur. Dari Presiden hingga Kepala Desa harus dipilih langsung. Maka tidak akan ada orang yang mencalonkan dirinya sebagai pemimpin lembaga pemerintahan negara, yang sejujurnya bekerja untuk melakukan pembangunan. Pemilu bukan pembelajaran demokrasi yang baik, untuk melawan kapitalisme tidak bisa Bangsa ini berada dalam konflik internal kebangsaan yang dalam kasat mata kita sering lihat sebagai Dinamika Politik. Persaingan antar partai politik, masih jauh untuk pemilihan yang baru, sudah teriak teriak untuk strategi pemilu. What are you doing lads ?

Nama-nama produk yang saya sebutkan diatas adalah ciri bahwa kita sama sekali bukan Bangsa yang berdaulat. Kita berada dalam suatu masa seperti ketika kolonialisme Inggris berada di India. Namun kali ini lebih berat, karena yang kita lawan adalah dunia. Coba bayangkan, negara sekecil belanda yang tidak memiliki sumber daya alam apa-apa lalu dia di Indonesia menguasai saham Sari Husada 82% produsen susu SGM. Negara sekecil Singapura yang tidak mempunyai sumberdaya alam apa-apa menguasai satelit telekomunikasi di Indonesia, kita telanjang bulat di depan Singapura. Mereka juga menguasai pertambangan, perkebunan di Indonesia. Apa yang terjadi dengan diri kita sekarang?? Sibuk memperhatikan politikus bodoh yang mencari nafkah dari mulutnya yang berbusa. Sibuk dengan tuntutan agar korupsi bisa diberantas, ya memang, tetapi tak ada korupsipun kita tetap dijajah bangsa asing. Kita dibuat menjadi bangsa dengan kemampuan ekonomi lebih besar setelah merdeka, maka sifat kapitalisme setelah negeri ini merdeka berubah 100%, pun kita tetap dijajah dan tidak merdeka.

Kalau kita pernah tau tentang VOC, persekongkolan dagang kompeni Belanda yang membentuk pemerintahan hindia belanda. Sekarang sama, pemerintah kita adalah VOC yang membentuk persekongkolan ekonomi dikalangan mereka sendiri dengan aspek-aspek strategis diserahkan kepada asing. Tambang, Food, Water, Technology, semuanya diserahkan ke asing. Mereka kebagian mengeksploitasi alam untuk dijual bahan bakunya, diolah oleh asing, jadilah produk jadi untuk dijual kepada rakyat Indonesia.

Kalau kita pernah tau Hitler, Stalin, KH Samanhudi, HOS Cokroaminoto, Soekarno, Ernesto Guevara, mereka adalah pembangkang-pembangkan kapitalisme. Berjuang dari muda untuk meruntuhkan kapitalisme. Urusan Energi, urusan Pangan, Urusan Air adalah hak negara dan harus dikuasai negara, untuk kepentingan ratusan juta rakyat Indonesia, pemerintah tidak akan pernah mampu untuk renegosiasi kontrak karya apapun dengan asing karena mereka lebih memilih mati di Rumah Sakit, sementara Pahlawan ia akan mati dalam perjuangan.

Minggu, 27 Mei 2012

Dinasti Ikhshidid

Dinasti Ikhshidid di Mesir,  masa kepemimpinan  935-969 M.  Dinasti diberikan gelar Arab "Wali" (yang artinya perwakilan) yang mencerminkan posisi mereka sebagai gubernur atas nama Abbasiyah, yang yang mencerminkan posisi mereka sebagai gubernur atas nama Abbasiyah, gubernur pertamanya adalah Muhammad bin Al-Tughj Ikhshid, seorang tentara budak Turki, yang dipilih oleh Khalifah Abbasiyah dan memberinya, dan keturunannya wilayah selama 30 tahun, Ikhshid menjuluki nama terakhir Soghdian untuk "pangeran" juga diberikan sebagai gelar oleh khalifah. Dinasti itu berakhir ketika tentara Fatimiyah menaklukkan Kairo pada 969 M.

Sistem Mata Uang
Hanya koin emas yang umum, dan tembaga menjadi sangat langka. Dinar terutama menyerang Mesir (Fustat) & Palestina (Al-Ramla), dan dirham biasanya menyerang Palestina, dan sangat jarang pada daerah Tabariya, Damaskus, dan Homs. Percetakan uang logam lainnya untuk dirham cukup langka. Dinar dari Mesir sering juga berbahan mentah, sedangkan dinar Palestina lebih berbahan mentah. Dirham biasanya sering dari bahan mentah dan sering tidak terbaca pada seharga setengah mata uang.
 

Pernyataan Tokoh JIL



Musdah Mulia menyatakan bahwa penafsiran agama harus sesuai dengan UUD 45, Prinsip Kebinekaan, NKRI, Pancasila, yang betul adalah yang boleh menafsirkan agama itu Ulama yang berdasarkan AlQur'an dan Sunnah, bukan negara, MAKE YOUR SELF SMART !!!!

Indonesia Tanpa JIL

]
 https://www.facebook.com/IndonesiaTanpaJIL

Dinasti Ibnu Tulun

Ahmad ibn Tulun (September 835 - Maret 884 M) adalah pendiri Dinasti Tulun yang memerintah Mesir secara singkat antara 868 dan 905 M. Awalnya dikirim oleh khalifah Abbasiyah sebagai gubernur ke Mesir, Ibnu Tulun membuktikan dirinya sebagai seorang penguasa yang independen.
  

Ibnu Tulun dilahirkan di Baghdad selama bulan Ramadhan 220 H (September 835 M). Ayahnya, Tulun, adalah salah satu budak Turki
yang masih berdarah Mongol. Nama Thulun sendiri dalam bahasa Turki bermakna “kemunculan yang sempurna”. dan mendapat penghargaan yang dikirim oleh gubernur Bukhara untuk Khalifah Abbasiyah al-Makmun sekitar tahun 815-816. Pengadilan Abbasiyah direkrut budak Turki untuk melayani sebagai pejabat militer, dan Tulun melakukannya dengan baik untuk dirinya sendiri, akhirnya datang untuk perintah pengawal pribadi khalifah.

Keluarga itu pindah ke Samarra (سامراء) yaitu sebuah kota kecil yang terletak di sisi timur Sungai Tigris di Provinsi Salahaddin, Iraq di 850 M, dan Ibn Tulun menerima pelatihan militer di sana, dan juga belajar teologi. Dia diangkat menjadi komandan pasukan khusus untuk Khalifah al-Mutawakkil di 855 M. Tulun meninggal sekitar waktu ini, dan jandanya menikah dengan seorang komandan Turki berpengaruh di istana, Bayik Bey (Bākbāk di beberapa sumber Arab). Ibnu Tulun menikahi Hatun, putri berasal dari Turki yang berpengaruh dalam pengawal istana, yang mengandung dia dua anak: Abbas dan Fatimah.

Setelah mengabdi dalam kampanye militer melawan Kekaisaran Bizantium di Tarsus yaitu kota bersejarah di bagian selatan Turki, Ibn Tulun mendapat penghargaan dari Khalifah al-Musta'in.

Pada 868 M, Khalifah al-Mu'tazz ditunjuk untuk menggantikan Bayik Bey sebagai gubernur Mesir dan Bayik Bey pada masa kepergian Ahmad ibn Tulun diangkat sebagai bupati-nya. Ibnu Tulun tiba di Mesir pada bulan September 868 M. Saat tiba di Mesir, Ibnu Tulun menemukan bahwa ibu kota yang ada di Mesir, al-Fustat, yang didirikan oleh Amr bin al-'Ash di 641 M, terlalu kecil untuk menampung pasukannya. Ia mendirikan sebuah kota baru untuk dijadikan sebagai ibukotanya, Madinat al-Qatta'i, atau Markas Kota. Al-Qatta'i ditata dalam gaya kota Persia dan Bizantium, termasuk alun-alun besar, gelanggang pacuan kuda, istana gubernur, dan sebuah masjid , yang dinamai Ibn Tulun. Kota ini dihancurkan pada 905 M, dan masjidnya diselamatkan, yang letaknya sekarang di sekitar daerah Fustat. Menaranya yang spiral menjadi ciri khas Bizantium.

 Awalnya, hukum Ibn Tulun di Mesir ditandai dengan kemampuan untuk mengontrol perputaran keuangan disetiap daerah yang dinaungi oleh dewan urusan keuangan, yaitu Ibn al-Mudabbir. Ibn al-Mudabbir tidak disukai oleh penduduk lokal karena tingginya tingkat pajak (khususnya terhadap warga non-Muslim, yang terdiri lebih dari setengah dari penduduk Mesir) dan keserakahan. Ibn al-Mudabbir dilaporkan langsung kepada Khalifah, bukan kepada Gubernur Mesir, karena laporan mereka diabaikan Ibn Tulun sepenuhnya. Ibnu Tulun menggunakan pengaruhnya di istana Abbasiyah untuk bekerja melawan Ibn al-Mudabbir, dan akhirnya mampu untuk melengserkan Ibn al-Mudabbir setelah empat tahun.

Bayik Bey dibunuh sekitar 870 M, dan kedudukan gubernur digantikan oleh Yarjukh al-Turki, ayah dari istri Ibn Tulun yaitu Hatun. Yarjukh dipertahankan ibn Tulun sebagai bupati di Mesir, dan meningkatkan kekuasaannya dengan memberikan dia otoritas atas Alexandria dan wilayah lain di wilayah tersebut. Ibnu Tulun juga memimpin pemberontakan melawan gubernur Suriah, 'Isa bin Syaikh ash-Shaybanī, yang membuatnya bisa mengumpulkan 100.000 tentara.

Pada 871 M, Khalifah al-Mu'tamid menunjuk saudaranya, Al-Muwaffaq sebagai gubernur Damaskus, berama putranya, kemudian Khalifah Al-Mu'tadid, berhasil mempertahankan Yarjukh sebagai gubernur Mesir. Pemberontakan dari Zanji, yaitu sekelompok budak kulit hitam yang menguasai Basra dan sebagian besar selatan Irak selama dekade ini, menghabiskan banyak sumber daya kekhalifahan yang letaknya jauh dari provinsi. Pada 874 M, Ibn Tulun mengambil keuntungan dari kekacauan di Irak untuk memutuskan hubungan dengan Baghdad dan menyatakan kemerdekaan.

Tidak sampai 877 M Khalifah Al-Mu'tadid mengirim pasukan bersenjata di bawah  komandan Musa bin Bugha untuk merebut kembali kekuasaan dari Mesir. Tapi usaha invasi mendapat kekalahan, dengan sebagian besar yang tewas dari tentara Musa sebelum kekuatan yang lebih besar datang yang dipimpin oleh Ibn Tulun. Pasukan Ibnu Tulun yang melanjutkan perjalanan dan mengambil alih sebagian besar dari Suriah, namun pemberontakan berlangsung sebentar ketika Ibn Tulun harus kembali ke Mesir untuk menangani pemberontakan yang dipimpin oleh anaknya sendiri, yaitu Abbas.

Setelah kembali dari Suriah, Ibn Tulun menambahkan namanya sendiri untuk koin yang diterbitkan oleh Dinasti, bersama dengan orang-orang dari Khalifah dan pewaris. Pada 882 M, Ibn Tulun diundang Khalifah
Al-Mu'tamid yang hampir tak berdaya ke Mesir untuk menawarkan perlindungan terhadap saudaranya, Al-Muwaffaq, yang berusaha tetap berkuasa sebagai bupati. Al-Muta'mid dicegat dalam perjalanan ke Mesir, Ibn Tulun dan Al-Muwaffaq memulai pemberontakan tanpa akhir terhadap satu sama lain. Ibnu Tulun memiliki kelompok ahli hukum terkemuka menyatakan bahwa Al-Muwaffaq perampas, dan kedua pemimpin itu saling menjatuhkan pada saat shalat Jumat.

Pertempuran militer dilanjutkan. Setelah memimpin pengepungan dari Tarsus di bawah kepemimpinan Yazaman al-Khadim di tahun 883 M, Ibn Tulun jatuh sakit saat kembali ke Mesir dan meninggal pada 10 Mei 884 M. Ia digantikan oleh putranya yang berumur 20 tahun, Khumarraweh, yang tidak memiliki banyak karisma dan licik untuk meneruskan kekuasaan Ibn Tulun. Dinasti Tulunid berumur pendek, dan Mesir diduduki kembali oleh pasukan Abbasiyah pada musim dingin tahun 904-905 M.

Kunang-kunang

Aku adalah kunang-kunang,
dalam gelap aku terbang,
dalam gelap aku terang,

Dan jadikanlah kau senja,
karena gelap kau ada,
karena gelap kau indah,

Aku hanyalah kunang-kunang,
Dan kau hanyalah senja,
Dalam gelap kita berbagi,
Dalam gelap kita abadi.

dikutip dari : film CINTA

Kamis, 24 Mei 2012

Sejarah Mesir

Sejarah Mesir merupakan sejarah berterusan paling panjang, sebagai sebuah negeri bersatu, antara negara-negara di dunia. Lembah Nil sudah menjadi kawasan petempatan kekal manusia sejak Zaman Paleolitik. Penduduk awal bercucuk tanam, memburu, serta memancing untuk menyara hidup. Menjelang 6000 S.M., kehidupan penduduk menjadi lebih berorganisasi. Firaun Menes telah menyatukan wilayah-wilayah di lembah Nil dan menubuhkan kerajaan Mesir yang pertama pada 3200 S.M. Dengan ini, pemerintahan Mesir secara dinasti bermula.


Mesir sudah mempunyai sejarah peradaban yang cukup tua. Sudah dimulai sejak tahun 3200 SM dan sudah melewati lima periode sejarah peradaban yakni:

1. Pharaonic (3200-332 SM), melewati 30 dinasti.
  • Tahun 2690 SM, Piramid Cheops dibangun.
  • Tahun 2650 SM, Piramid Chepren dibangun.
  • Tahun 2600 SM, Piramid Mycerirtous dibangun.
  • Tahun 1391-1353 SM, Temple of Luxor dibangun.     
2. Yunani (332-30 SM).

  • Tahun 323 SM, Kota Iskandariah dibangun.
  • Tahun 282-246 SM, Pharaos Light House dibangun.
3. Romawi (30 SM – 642 M).
4. Islam (642 M – 1914), melewati beberapa dinasti yaitu:
  • Dinasti Thoulouniyah (868-905 M / 254-292 H).
  • Dinasti Ikhshids (935-969 M / 323-353 H).
  • Dinasti Fathimiah (969-1171 M /358-667 H). Dimasa ini didirikan Universitas AI-Azhar (21 Juni 972).
  • Dinasti Ayyubiyah (1171-1250 M / 567-648 H).
  • Dinasti Mamalik (1250-1517 M / 648-922 H).
  • Dinasti Otsmani (1517-1914 M). Dimasa ini Terusan Suez pertama kali dibuka (17 November 1869). 
5. Mesir Modern (1914-sekarang) terakhir revolusi pemuda yang menjatuhkan Presiden Husni Mubarak dari tampuk kekuasaan.
  • 1914, Mesir menjadi propinsi Imperium Osmani, dijadikan sebagai protektorat Inggris.
  • 1922, Mesir memperoleh kemerdekaan terbatas dari Inggris, dan menjadi Kerajaan Konstitusional dengan Farouk sebagai rajanya.
  • 23 Juli 1952, Farouk digulingkan oleh Gamal Abdel Naser, Anwar Sadat dan Muhammad Naguib. Peristiwa ini dikenal dengan revolusi 23 Juli, yang kemudian dijadikan Hari Nasional Mesir.
  • 18 Juli 1953, Mesir menjadi Negara Republik, dengan Jenderal Muhammad Naguib sebagai Presiden.
  • 25 Februari 1954, Jenderal Mohammad Naguib digulingkan oleh Gamal Abdel Naser.
  • 23 Juni 1954., Gamal Abdel Naser terpilih sebagai presiden.
  • 29 Oktoter 1956, Inggris, Perancis dan Israel menyerang Mesir yang kemudian dikenal dengan Tripartie Agression.
  • Oktober 1970, Gamal Abdel Naser meninggal dunia dan digantikan oleh Anwar Sadat.
  • 6 Oktober 1973, Mesir dan Syria menyerang Israel untuk merebut wilayah kekuasaan Mesir yang direbut Israel yaitu wilayah Semenanjung Sinai hingga meraih kemenangan. Perang ini dikenal dengan perang 10 Ramadhan.
  • September 1978, Penandatangan Kesepakatan Perdamaian Camp. David Agreement. 6 Oktober 1981, Presiden Anwar Sadat meninggal akibat penembakan.
  • 13 Gktober 1981, Muhammad Husni Mubarak dilantik sebagai Presiden.
  • 25 Januari 2011, Revolusi Mesir menuntut agar Presiden Husni Mubarak yang telah berkuasa selama 30 tahun untuk melepaskan jabatannya.
  • 11 Februari 2011-hingga sekarang, Muhammad Husni Mubarak mengundurkan diri menyusul demonstrasi besar-besaran selama 18 hari pada tahun 2011.